Just Write, Pemikiran, Puisi

Saat keinginan begitu kuat, kita hanya bisa menggantungkannya menjadi mimpi. Perlahan tapi pasti, keseharian kita akan menyesuaikan dengan impian itu. Keyakinan bagaikan air yang menumbuhkan pohon secara perlahan. Perlahan namun pasti, sebuah pohon selalu tumbuh ke atas, seolah menantang badai yang lebih besar dari sebelumnya. Kau adalah apa yang kau pikirkan.

 

Iklan

Mimpi

Kutipan
Just Write, Pemikiran

Teknologi Advertising Facebook (Analisa tanpa data)

Facebook sebagai sebuah perusahaan dengan sumber pendapatan utama dari iklan (advertising) tentu terus memperbaharui efektifitas dari layanan iklan yang disediakan. Tujuan dari hal tersebut adalah meningkatnya kepercayaan para pengiklan bahwa beriklan di facebook terbukti memiliki efek besar pada bisnis mereka misalkan meningkatkan keuntungan. Dengan kata lain, facebook terus berusaha membuat penggunanya semakin tertarik atau sedikitnya melirik pada iklan yang ditampilkan di setiap halamannya.

Salah satu cara agar pengguna tertarik dengan iklan adalah dengan cara menampilkan iklan yang sesuai dengan profil setiap pengguna facebook seperti jenis kelamin, bahasa, asal dan lainnya. Sebagai contoh sederhana: setiap pengguna facebook yang berbahasa Indonesia, akan jarang sekali menemukan iklan berbahasa inggris. Karena iklan berbahasa inggris akan sangat tidak efektif ketika disuguhkan pada orang yang berbahasa Indonesia. Bagi facebook mengakses profil seorang menjadi perkara yang sangat mudah, karena penggunanya dengan sukarela memberikan informasi tentang identitas dirinya pada facebook.

Profil seperti jenis kelamin, bahasa dan agama bersifat statis atau tidak banyak perubahan pada jenis profil ini. Berbeda dengan misalnya pemikiran, kebutuhan atau pertanyaan seorang yang cenderung bersifat dinamis, atau selalu berubah-ubah seiring waktu berjalan. Pertanyaannya, bagaimana facebook menyesuaikan iklannya dengan profil pengguna yang bersifat dinamis ini? memungkinkan atau tidak?

Belakangan saya menemukan beberapa iklan yang ditampilkan di halaman facebook sesuai dengan apa yang saya cari. Contoh, pernah saya mencari informasi tentang semprotan air, kemudian setelah itu facebook menampilkan iklan beberapa model semprotan air. Saya juga pernah mencari informasi tentang wisata, kemudian cukup sering  facebook menampilkan iklan tentang penginapan, diskon tiket pesawat dan lainnya yang berkaitan dengan keyword ‘wisata’. Yang lebih jelas, ketika saya mengunjungi sebuah website tertentu dan kemudian mengunjungi facebook langsung tampil iklan pages facebook website yang sebelumnya saya kunjungi.

Saya pikir, facebook melakukan akses pada data browser seperti cache, cookies atau history yang tersimpan pada browser yang kita gunakan. Dengan mendapatkan data browser seorang, maka dapat ditebak perilaku seorang dalam berinternet. Misalnya situs mana yang paling banyak dikunjungi, kata apa yang paling banyak ditulis, macam artikel mana yang paling banyak dibaca, dan lain sebagainya. Setelah itu dapat disimpulkan mengenai macam/hal yang menjadi ketertarikan orang tersebut. Dengan menggunakan komputer, keputusan tentang iklan mana yang semestinya ditampilkan dapat diputuskan dengan sangat cepat. Cukup menggunakan algoritma tertentu, komputer akan memutuskan mana iklan yang sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh pengguna facebook tertentu.

Anda tentu dapat membayangkan betapa mudahnya website ‘adikuasa’ semacam facebook atau google menyimpan sebagian besar input data (berupa text, foto, suara dll) maupun merekam sebagian besar perilaku kita selama menggunakan internet. Tindakan itu dilakukan secara periodik atau terus menerus dan tersimpan dengan baik didalam server yang mereka miliki. Baik google dan facebook memiliki motif ekonomi ketika melakukan pembacaan, penyimpanan dan penganalisaan profil seorang. Namun dalam suatu kondisi bisa jadi motif itu berubah. Jadi tidak hanya selebritas yang kehidupannya dijadikan komoditas, aku pikir seluruh pertanyaan, tindak tanduk, keinginan kita diam-diam juga menjadi komoditas beberapa penyedia layanan iklan.

Teknologi memungkinkan seorang tidak lagi memiliki privasi, dimana kebaikan dan aib dapat tersebar dengan sangat cepat. Memang seperti itu teknologi, selalu seperti pisau bermata dua.

Standar
Buku Saya, Just Write, Pemikiran, Politik

Menjadi petani, kenapa tidak?

“When we think about threats to the environment, we tend to picture cars and smokestacks, not dinner. But the truth is, our need for food poses one of the biggest dangers to the planet.” -Jonathan Foley (National Geographic)

Majalah National Geographic, bulan Mei 2014, menulis tentang 5 langkah rencana untuk memberi makan penduduk bumi. Tulisan itu berangkat dari prediksi populasi manusia tahun 2050 meningkat menjadi 9 miliar orang. Artinya, akan ada lebih dari dua miliar mulut untuk diberi makan di pertengahan abad ini. Melihat kecenderungan masyarakat di negara berkembang yang mulai lebih menyukai makanan dari hasil peternakan, menjadikan prediksi kebutuhan akan hasil pertanian meningkat menjadi dua kali lipat. Kebutuhan akan makanan ini adalah salah satu ancaman terbesar umat manusia di muka bumi. Saya akan ringkas tentang 5 poin yang dituliskan di atas.

Langkah pertama, Hentikan perluasan lahan pertanian
Sejarah banyak menceritakan ketika kita membutuhkan lebih banyak makanan, dengan mudah kita membabat hutan untuk dijadikan lahan pertanian. Tindakan ini menyebabkan rusaknya ekosistem namun tidak merubah fakta bahwa masih ada 850 juta orang kelaparan di muka bumi.

Langkah kedua, Dapatkan hasil pertanian yang lebih banyak dari lahan yang tersedia
Kita dapat fokus untuk mencari cara meningkatkan produktivitas lahan pertanian yang sudah ada. Banyak terjadi “yield gaps” atau kesenjangan produktivitas antara produktivitas lahan saat ini dengan kemungkinan produktivitas lahan jika sistem pertanian diperbaiki. Yield-gaps banyak terjadi di Afrika, Amerika Latin dan eropa timur. Tidak menutup kemungkinan yield-gaps ini terjadi di Indonesia. Salah satu faktor penyebabnya adalah perbedaan teknologi  yang dimiliki oleh petani. Dengan menggunakan teknologi pertanian terbaru dapat meningkatkan produktivitas lahan pertanian. Sebagai bayangan, lebih efektif menggali tanah dengan cangkul dari pada dengan tangan, lebih efektif membajak lahan dengan bajak dari pada dengan cangkul. Baik cangkul dan bajak merupakan teknologi, hanya saja saat ini sudah ada teknologi terbaru yang lebih efektif dan efisien. Di Scott City, Kansas, pertanian Vulgamore memanen lahan hingga 25 hektare setiap jamnya dengan menggunakan peralatan modern. Mampukah itu dilakukan oleh cangkul? Teknologi terbaru seperti teknologi pembibitan, mesin pertanian, pemupukan atau lainnya merupakan hal yang perlu diperhatikan. Untuk itu pendidikan adalah kunci dari semua ini, kita punya IPB untuk apa? (juga UII, almamater saya soalnya) 🙂

Langkah ketiga, gunakan sumber daya lebih efisien
Tahukah anda? Pertanian adalah penyumbang pemanasan global terbesar melebihi seluruh mobil, truk, kereta dan pesawat digabungkan sekaligus. Pertanian juga merupakan pengguna air terbesar dan tentunya penyebab pencemaran air misalnya dari pupuk yang tercecer. Pembabatan hutan untuk pertanian juga mengancam eksistensi hewan liar. Tentu saja pertanian membutuhkan berbagai macam resources untuk dapat berjalan dengan baik seperti tanah, minyak, bahan kimia, air dan lainnya. Tapi perlu dicermati akan ketersediaannya, perlu sebuah inovasi untuk mengefisienkan sumber daya ini.

Langkah keempat, Diet
Saat ini hanya 55% dari kalori nabati yang dihasilkan pertanian global langsung dikonsumsi oleh manusia. selebihnya sekitar 36% dikonsumsi oleh peternakan, dan 9% digunakan untuk produksi biofuel dan industri. Lantas apa masalahnya? Begini masalahnya, setiap 100 kalori nabati yang digunakan untuk memberi makan hewan ternak kita hanya menghasilkan 40 kalori baru dari susu, 22 kalori dari terlur, 12 kalori dari ayam dan 3 kalori dari daging. Sehingga, jika lebih banyak lagi kalori nabati yang langsung dikonsumsi manusia akan meminimalisir hilangnya kalori hasil pertanian. Hal ini sangat tergantung pada demand atau permintaan pasar. Jika orang-orang lebih suka tempe dari pada daging, ini akan sangat membantu. Di Indonesia tentu ini sudah berlaku, dimana lebih banyak orang makan tempe daripada daging, tapi seiiring semakin sejahteranya penduduk kita, permintaan daging terus bertambah. Terbukti belakangan ini negara kita banyak impor daging. Pola hidup diet seperti seorang vegetarian akan membantu menyelesaikan persoalan kebutuhan makanan kita dimasa depan.

Langkah kelima, kurangi sampah
Kira-kira sekitar 25% dari kalori makanan dunia dan sekitar 50% dari total berat makanan dunia menjadi sampah sebelum dapat dikonsumsi. Sampah ini disumbangkan oleh rumah, restoran, super market, atau dibeberapa negara miskin disebabkan oleh buruknya penyimpanan makanan dan jalur transportasi yang menghubungkan antara petani dan pasar. Teknologi pengawetan makanan dapat menjadi solusi.

Seluruh data dari 5 poin di atas saya ambil dari majalah National Geographic, dan beberapa penjelasan berdasarkan interpretasi saya. Untuk lebih jelasnya silahkan baca sendiri majalah tersebut.

Poin-poin di atas bukan merupakan pekerjaan yang mudah, perlu andil pemerintah dan masyarakat seluruhnya, baik kalangan produsen maupun konsumen. Pemerintah harus punya andil memajukan pendidikan bangsa, menyerap teknologi dari negara maju sehingga dapat dikembangkan di dalam negeri. Kalangan produsen harus mulai berfikir untuk dapat bersaing dengan produsen global. Kalangan konsumen tentu harus mulai cerdas mempertimbangkan apa yang dia konsumsi, sehingga meskipun hanya mengkonsumsi, secara tidak langsung dia membantu kehidupan orang lain dan menjaga kelestarian lingkungan tempat kita hidup.

Menjadi Petani
Ketika disebutkan kata “petani” selalu melekat di benak kita sebuah kehidupan yang berat, seorang dengan kulit hitam dan berlumpur dengan tingkat pendidikan yang rendah. Banyak masyarakat perkotaan bahkan pedesaan yang menganggap menjadi petani adalah pekerjaan yang memalukan, sadar tidak sadar, di benak beberapa orang tertanam pendapat semacam itu. Padahal petani adalah orang yang berjasa untuk kita dapat beribadah, belajar, bekerja, bermain, meminum kopi (tentu saja) atau melakukan aktivitas menyenangkan lainnya. Apakah ada seorang yang bekerja sebagai manajer di perkantoran sekaligus dia juga membajak sawah untuk makannya sendiri?

Meskipun besar jasa petani, kita memang banyak menyaksikan tentang rendahnya tingkat pendidikan para petani. Hal ini disebabkan karena rendahnya kesadaran akan pendidikan pada masyarakat pedesaan yang notabene sebagai petani. Dan satu hal lagi, banyak kaum terpelajar di bidang pertanian justru tidak menjadi petani. Lantas apakah saya yang sarjana teknik harus menjadi petani? ataukah anda seorang ekonom, ahli hukum, psikolog, dokter, atau profesi lainnya yang harus menjadi petani? atau siapa?. yang jelas adalah, bahwa pekerjaan ini (bagi saya) masuk sebagai pekerjaan yang mulia. Apalagi punya peluang yang besar di masa depan. Jika sampai terjadi krisis pangan, maka petani adalah orang yang cukup berkuasa. Seperti saat ini, meskipun hanya desas desus bahwa ketersediaan minyak menipis, negara yang memiliki minyak cukup diperhitungkan. Seperti ketika, sulit menemukan orang yang dapat dipercaya, maka orang yang dapat dipercaya adalah berlian diantara batu hitam yang tak berharga.

Standar
Buku Saya, Kisah tentang Hidup

Buku Grammar Rusak

Akhir-akhir ini saya sedang bersemangat belajar grammar bahasa Inggris. Itu karena saya merasa ada tuntutan untuk dapat memahami dan menggunakan bahasa Inggris dengan baik. Bosan rasanya jadi orang yang biasa saja dalam menggunakan bahasa satu ini, ada keinginan untuk menjadi The Great User of English Langguage (maksudya pintar dalam berhasa inggris) suatu keinginan yang cukup terlambat. Meskipun sebelumnya, kita pernah dituntut untuk dapat berbahasa inggris, entah di sekolah atau di kampus, namun rasanya belum tuntas, ada beberapa bacaan yang belum dapat saya pahami maksudnya, parameter paling jelas adalah ketika menonton filem Holywood, pastilah subtitle masih dibutuhkan. Itu artinya saya belum tuntas dengan urusan satu ini.

Satu hal yang cukup membantu dalam urusan ini adalah buku Essentials of English Grammar karangan Fuad Mas’ud. Karena merasa cukup terbantu saya doakan Bapak Fuad Mas’ud diberikan pahala berlimpah dan umur panjang oleh Allah SWT atas jasanya membuat buku ini. Orang berilmu macam Bapak Fuad Mas’ud harus dipanjangkan umurnya oleh Allah SWT sebagaimana orang-orang berilmu lainnya, apalagi orang yang berilmu dan dengan ilmunya membawa orang tersebut pada kebaikan dirinya sendiri. Apa jadinya umat manusia jika orang-orang berilmu umurnya pendek?

Buku ini cukup menarik karena memiliki isi yang cukup lengkap tentang gramatika bahasa Inggris. Penjelasan cukup ringkas dan jelas, disertai contoh-contoh yang diperlukan tanpa disertai latihan-latihan tetek bengek seperti pada buku-buku grammar bahasa inggris disekolahan. Ada teknik khusus yang ingin saya bagi pada sidang pembaca tentang bagaimana saya membaca buku ini. Pertama, saya membaca secara keseluruhan isi buku dengan cepat, hanya untuk memahami tentang poin-poin dalam gramatika bahasa Inggris. Misalkan tentang The Part of Speech bagian Adjective, saya cukup fahami apa itu Adjective, digunakan untuk apa dan membaca sedikit contoh, setelah dapat poinnya lanjutkan ke bagian selanjutnya. Kedua, setelah membaca keseluruhan isi buku, saya melakukan uji coba pemahaman menggunakan software simulasi Toefl (NST Electronic Publishing) dan hasilnya jauh dari rasa puas. Dari ketidakpuasan saya kembali membuka dan membaca dengan cermat bagian-bagian tertentu yang berkaitan dengan soal yang disuguhkan oleh software tersebut. Karena semangatnya, buku itu sering saya bolak-balik, melompat dari bagian satu kebagian lainnya, sehingga ada bagian-bagian kertas yang sobek, kusut sudah pasti. Beberapa bagian saya corat-coret untuk menandai hal yang penting. Langkah kedua diatas membantu saya untuk memahami konteks dari teori-teori yang disuguhkan oleh buku karangan Bapak Fuad Mas’ud.

Satu ketika sedang enak belajar, ada pesan masuk melalui Facebook.

“Apa kabar bang?” seorang kawan mengirimkan pesan.

“Baik-baik.” saya jawab.

“Apa agenda selanjutnya bang?”

“Agenda siapa nih?” saya bertanya balik.

“Agenda abang lah.”

“Oh.. lagi belajar aja nih, belum ada pekerjaan yang berarti.” Ma’lum pengangguran.

“Wah, abang masih belajar juga.”

“Belajar sampai liang lahat.” Balasku.

“Wah kirain orang pintar gak perlu belajar,hehe.. “

Batinku bertanya-tanya tentang apa yang telah aku lakukan sampai dibilang pintar begitu.

Belajar memang enak, itu mengapa ketika seorang sedang belajar kemudian merasa terganggu, dia akan berkomentar: “Enak-enak belajar malah diganggu!”

Baiklah, tulisan ini tidak dimaksudkan untuk bernilai. Ini hanya karena saya sedang penat dengan aturan-aturan dalam Grammar bahasa Inggris, bolehlah saya membuat tulisan sekehendak hati saya saja.

Standar
Cerpen, Filem

Bilal bin Rabah dalam filem Umar Ibnu Khattab RA (Bagaimana Allah SWT menjawab do’a Bilal)

Dalam filem serial berjudul Umar Ibnu Khattab RA episode 5 terdapat tayangan dimana Bilal menunaikan shalat kemudian memanjatkan do’a yang isinya:

“Ya tuhanku! Berkat engkau begitu besar, jangan jadikan aku bagian dari orang-orang yang lalim. Selamatkan aku dari apa yang orang-orang kafir lakukan. Tuhanku, aku lemah, jadi berikan aku kekuatan. Buatlah aku membutuhkan engkau saja, tidak pada makhluk engkau. Engkau menjadi tempat yang dicari oleh setiap orang lemah. Aku berpaling kepada engkau untuk mendapatkan iman yang kuat kepada engkau. Aku mencari perlindungan anda untuk setiap penguasa keras kepala. Aku percaya engkau Ya Allah Tuhanku dan Islam agamaku dan Muhammad adalah nabi dan utusan Allah.”

Baru saja Bilal selesai memanjatkan doa, majikannya masuk menerobos pintu tempat Bilal shalat.

“Engkau! Gagak hitam!” Majikan Bilal memaki. Kemudian dia mengancam Bilal dengan siksaan.

“Siksaan yang akan saya terima lebih mudah dibandingkan dengan siksaan tuhan yang akan diberikan pada Anda.” Jawab Bilal dengan tegas.

Majikannya murka dan menggampar Bilal disertai makian. Baca lebih lanjut

Standar
Uncategorized

Sekali Lagi, Kedaulatan Pangan!! (Jarak antara produksi dan dagang)

Akibat ketertarikan saya pada dunia ekonomi, maka secara sengaja saya membeli buku karangan Ahmad Erani Yustika, Ph.D berjudul ‘Ekonomi Politik, Kajian Teoretis dan Analisis Empiris’. Meski belum habis baca buku ini, bolehkan saya berbagi bagian yang membuat saya tertarik, mungkin karena minat saya pada dunia tersebut.

Pada bab IV yang berjudul Ekonomi Politik Globalisasi, beliau menuliskan tentang perbedaan pendapat para ekonom tentang globalisasi, dari definisi hingga pengaruhnya terhadap negara-negara yang terlibat. Walau penulis sebenarnya hanya memaparkan pendapat dari para ekonom, namun tetap saja saya sampai pada kesimpulan bahwa negara ini dan negara-negara berkembang lainnya memang mendapatkan banyak kerugian dari globalisasi. Selalu yang diuntungkan atau lebih diuntungkan adalah negara-negara maju. Memang konsep akan globalisasi berasal dari mereka, yang sebenarnya konsep ini di gembor-gemborkan untuk meningkatkan taraf kesejahteraan di setiap negara baik maju, berkembang atau terbelakang. Saya tahu itu kesimpulan seorang awam, toh saya juga bukan ekonom.

Sampailah saya pada tabel berisi 10 perusahaan multinational corporations (MNCs) yang menguasai sektor pangan global dari hulu hingga hilir. Ada beberapa kesimpulan pribadi yang saya tarik dari data tersebut. Berikut data tersebut yang dikutip dari Kompas, 1 September 2008.

 – Industri Input Pertanian: 10 perusahaan menguasai penjualan senilai US$ 40 miliar. Lima besar perusahaan tersebut: Syngenta, Monsanto, Bayer Corp, BASF AG, Dow Agro.

– Pengolah Pangan dan Pedagang: 10 perusahaan menguasai penjualan senilai US$ 490 miliar. Lima besar perusahaan tersebut: Nestle, Cargill, ADM, Unileber, dan Kraft Foods.

– Pengecer Pangan: 10 perusahaan menguasai penjualan eceran senilai US$ 1.091 miliar. Lima besar perusahaan tersebut Wal-Mart, Carrefour, Metro Group, Tesco, dan Seven & I.

Coba perhatikan perbandingan porsi penjualan antara 3 kategori perusahaan diatas. Paling bawah adalah perusahaan murni dagang menguasai US$ 1.091 miliar. Diatasnya perusahaan pengolahan hasil pangan dan dagang  menguasai US$ 490 miliar. Teratas adalah perusahaan input industri pangan global mulai dari penyediaan bibit, pupuk sampai dengan produksi alat-alat pertanian hanya menguasai US$ 40 miliar. Bisa disimpulkan, berdagang memang jalan cepat untuk kaya. walau jangan dilupakan bagian produksi punya kuasa lebih besar daripada pedagang. Saya punya buku terpisah yang banyak mengulas tentang Monsanto, bagaimana perusahaan itu begitu kuasa atas petani karena kepemilikannya akan hak paten teknologi/bibit pertanian.

Perlu dicermati, daftar perusahaan di atas mayoritas berasal dari negara maju. Saya ingin mengutip tulisan dari buku itu yang mengatakan:

Bahkan penguasaan sektor ekonomi tertentu, seperti sektor pangan sangat berperan dalam memicu terjadinya potensi instabilitas (pangan) global saat ini.

 Bayangkan saja, ketika misalkan suatu negara benar-benar tergantung pada pasokan bibit pertanian dari Monsanto, lantas dengan sepihak Monsanto memberhentikan pasokannnya, maka terjadilah kelaparan di negara tersebut.

Bagi saya ancaman kedaulatan pangan ini sama menakutkannya seperti ancaman serangan invasi militer dari negara lain, invansi militer mungkin menyebabkan kematian secara cepat, ancaman kelaparan menyebabkan kematian secara perlahan. Belum lagi kita bicara tentang ‘Hiden Hunger‘, istilah lapar yang tidak sama dengan istilah lapar akibat kekurangan makanan, istilah yang mengacu pada  kekurangan vitamin dan mineral secara kronis. Sebuah istilah yang menyebabkan kerusakan mental, rendahnya tingkat kesehatan dan produktivitashingga dapat menyebabkan kematian.

Memang sudah jelas bahwa kita butuh tuhan!

Standar
Filem, Just Write

Break the rules: Ulasan filem Moneyball

Semalam saya nonton filem Moneyball, filem yang menceritakan tentang permainan Baseball yang sebenarnya tidak begitu saya pahami. Apalah itu homerun, base, strike, dan kosa kata lainnya yang masih asing. Tapi tetap saja setiap permainan olah raga punya nilai-nilai universal, seperti misalnya gambaran dari persaingan yang sehat, kekompakan tim, kepemimpinan pelatih, kreatifitas seorang manajer dan lainnya. Ada banyak pelajaran sehingga permainan ini layak untuk di-filem-kan. Entah mengapa dengan cara kebetulan saya menonton filem yang dirasa tepat karena filem ini berhasil memotivasi saya. Telepas dari mana filem berasal dan punya muatan apa, filem dapat dijadikan sebuah referensi dan bukan patokan kebenaran. Lucu jika serta merata mengambil kebenaran secara langsung dari sebuah filem tanpa diverifikasi dengan nilai-nilai yang lebih luhur, misalkan agama. So, just enjoy the show! 🙂

Billy Beane tokoh utama dalam filem ini yang diperankan oleh Brad Pitt menjabat sebagai manajer umum di Oakland Atletics yang digambarkan sebagai tim kecil. Beane bersama Peter Brand merancang tim berdasarkan teori statistik Baseball yang ditulis oleh Bill James seorang yang tidak pernah menjadi pemain atau pelatih Baseball profesional, dia hanyalah seorang satpam diperusahaan pork-and-beans company (persuhaan daging babi dan biji-bijian).
Ketika Beane bertemu dengan Brand dan kemudian mendapatkan inspirasi dari pendapat Brand tentang pemain Baseball, Beane merombak timnya, dan memasukan nama-nama pemain yang tidak diperhitungkan oleh dunia Baseball namun memiliki nilai statistik yang baik menurut analisa Brand. Sontak para staff manajer tidak terima dengan keputusan sepihak Beane, mereka tidak terima hasil kerjanya menyusun susunan pemain selama berminggu-minggu ditolah mentah-mentah, Beane memasukan nama-nama yang jauh dari kriteria staff manajer, bahkan menjadi cemoohan di ruang rapat manajer. Dia memiliki keyakinan yang kuat tentang cara barunya menyusun tim dan bergeming dengan keputusan sepihaknya. Staff manajer tampak emosi Namun Beane adalah manajer tim, staffnya hanya memberikan pendapat dan dia memutuskan.
Persoalan muncul pada pelatih. Meskipun Beane punya kewenangan untuk menyusun susunan pemain, namun susunan pemain di lapangan dikendalikan oleh pelatih. Pelatih yang memang kontra dengan Beane memasukan pemain sesuai dengan keinginan dan keyakinannya dan sama sekali tidak ingin di intervensi oleh Beane. Tim kalah berturut-turut dan Beane dianggap sebagai biang kekalahan oleh media. Beane tampak frustasi dengan keadaan. Lantas dia menggunakan kewenangannya untuk mempengaruhi formasi tim dilapangan. Dia memecat semua pemain utama pelatihnya kemudian turun langsung untuk memotivasi pemainnya tanpa melanggar kewenangan pelatih.
Tanpa disangka oleh banyak orang, Oakland Atletics menang secara beruntun, bahkan memecahkan rekor kemenangan 20 kali berturut-turut, pertama kali dalam 103 tahun sejarah bisbol Amerika. Media menyebutnya sebagai keberhasilan pelatih Oakland dan bukan keberhasilan Beane.
Meskipun bangga dengan keberhasilannya memecahkan rekor, Beane menganggapnya tidak berarti apapun ketika timnya kalah pada pertandingan akhir (Kajuaraan Dunia), orang akan cepat melupakannya pada akhirnya, dia menginkan kememangan di kejuaraan dunia, meskipun pada akhirnya timnya tetap saja kalah oleh tim besar seperti Yankees. Kemudian media menyebut Oakland tetap saja sebuah tim kecil.
Ternyata keberhasilan Beane tidak begitu saja dilupakan oleh semua orang, pemilik Red Sox melihatnya sebagai manajer yang dapat diandalkan bagi timnya. Dalam obrolannya dengan beane di stadion Red Sox dengan ditemani secangkir kopi, pemilik Red Sox mengatakan ini:

“For 41 million you built a play-off team. You lost Damon, Giambi, Isringhausen, Pena. And you won more games without them than you did with them. You won the exact same number of games that the Yankees won, but the Yankees spent 1.4 million per win, and you paid 260,000. I know you taking it in the theet, but the first guy through the wall, he always gets bloody. Always. This is threatening not just a way of doing business, but in their minds, it’s threatening the game. Really, what it’s threatening is their livelihood, their jobs. It’s threatening the way that they do things. Every time that happens, whether it’s a government, a way of doing business, whatever, the people who are holding the reins, they have their hands on the switch. They go batshit crazy.”
( Red Sox offer $12,500,000 to Billy Beane)
Paragraf diatas adalah kunci dari filem ini, bahwa seorang yang pertama kali melawan keadaan akan selalu mendapatkan rintangan! Dalam permainan Baseball tindakan Beane tidak hanya mengancam cara tim besar melakukan bisnis, tapi juga akan mengancam permainan Baseball itu sendiri. Bagi sebuah tim dengan modal yang besar, ketika seorang pemain, pelatih, atau manajer tidak mendatangkan kemenangan, mereka akan memecatnya dan bersedia membayar penggantinya yang dianggap lebih pantas dengan uang yang banyak. Tindakan Beane yang kreatif yang menggunakan modal minim dan pendekatan statistik untuk memenangkan permainan tentu akan mengancam penghasilan dan pekerjaan mereka. Maka orang-orang yang berkuasa dengan uangnya akan berusaha untuk mengubahnya dan membuat seolah tindakan Beane itu salah. Hal ini berlaku dalam kehidupan nyata, entah pemerintah, pembisnis atau siapapun yang memiliki kendali, yang memiliki kemampuan untuk mengubah, mereka menjadi pemukul gila (baca: batshit crazy, entah apa maksudnya idiom ini).
Ini adalah salah satu cerita tentang seorang revolusioner, jangan lupa bahwa setiap filem punya unsur dramatisasi (lebaisasi) bertujuan untuk menarik perhatian penontonnya. Dari sini kita mendapatkan referensi tentang seorang yang melawan keadaan dengan keberanian dan keyakinan. Menjadi pilihan kita sendiri, apakah kita akan menjadi orang kebanyakan, atau menjadi sedikit berbeda dengan melakukan perubahan pada suatu yang tidak adil di mata kita. hehe..
Standar