Just Write, Pemikiran, Puisi

Saat keinginan begitu kuat, kita hanya bisa menggantungkannya menjadi mimpi. Perlahan tapi pasti, keseharian kita akan menyesuaikan dengan impian itu. Keyakinan bagaikan air yang menumbuhkan pohon secara perlahan. Perlahan namun pasti, sebuah pohon selalu tumbuh ke atas, seolah menantang badai yang lebih besar dari sebelumnya. Kau adalah apa yang kau pikirkan.

 

Mimpi

Kutipan
Puisi

Aku ingin jadi pejabat

Waktu kecil sering ditanya, mau jadi apa?
Aku jawab mau jadi tentara, karena gagah.
Sudah besar lihat pejabat kaya raya.
Aku ingin jadi pejabat, meski buncit perutnya
Untuk jadi pejabat aku harus terlihat menyakinkan
Masa bodoh aku bicara apa, yang penting menyakinkan
Aku harus tampil seperti lelaki yang setia pada satu isteri
Meski sebenarnya aku simpan belasan wanita
Untuk jadi pejabat aku harus pandai-pandai politik
Masa bodoh bagaimana caranya, menang perlu intrik
Dalam politik aku punya kawan punya lawan
Keduanya kadang harus aku bohongi
Untuk jadi pembohong aku harus pandai
Masa bodoh, bahwa sebenarnya aku bodoh
Aku harus punya seribu muka
Dengan begitu aku punya seribu cara untuk menang
Terakhir, ternyata aku kalah dan masuk penjara
Baru aku ingin jadi petani saja
Sebenarnya ini semua untuk siapa?
Aku tak rela kasih makan anaku dari semua ini
Standar
Puisi

Kopi

Kapan sekiranya kau buatku tergila-gila
Si hitam yang pahit, menjadi manis dengan gula
Jadilah dia si hitam manis yang menggoda
Aroma dan rasanya pekat menggugah
 Tidak mesti putih untuk menjadi menarik
Tidak perlu manis untuk menjadi nikmat
seperti kopi yang hitam dan pahit
tetap saja aku tergila-gila
Tidak selalu dari mata cinta datang
Oh.. Kehangatannya
Menemani getirnya kehidupan
Menemani pembicaraan hingga malam
Kau mulai bercerita
Asap mengepul
Aku bicara
Kau diam
Standar