Filsafat

Pentingnya Memahami tentang sejarah Pemikiran Manusia (Singkat)

Orang yang tidak dapat mengambil pelajaran dari masa tiga ribu tahun, hidup tanpa memanfaatkan akalnya. –GOETHE

Saya pikir kalimat diatas yang di sampaikan Johann Wolfgang von Goethe seorang Filsup Jerman yang hidup di abad-18 mengambarkan pada kita tentang pentingnya mengetahui sejarah dari pemikiran-pemikiran manusia.  karena sudah semenjak dari Thales hingga Aristotoles kemudian dilanjutkan pada pemikir-pemikir Barat hingga Timur pemikiran manusia teruslah berubah dan diperbaharui.

Di dunia yang saya anggap sudah semakin pragmatis ini kita sering kali hanya mempelajari hal-hal yang sifatnya praktis, hal ini saya rasakan hampir disemua matapelajaran yang disajikan baik dari sekolah menengah hingga perguruan tinggi. Dalam pelajaran Fisika saya diajarkan mengenai rumusan-rumusan  matematis dan fungsinya dalam kehidupan tanpa menerangkan dari mana asal-usul rumusan tersebut. Atau yang lebih parah lagi kita diajarkan tentang teori matematika ini itu tapi tanpa tau bagaimana aplikasinya dalam kehidupan, apalagi terkait dari mana teori-teori ini tercipta. Mungkin dalam hal ini disebabkan karena saya yang tidak bisa menangkapnya, tapi sering kali saya tanyakan ke kawan-kawan lainnya dan biasanya jawabannya sama saja.

Entah mungkin karena pendidikan di Negara ini yang masih kurang begitu baik, kadang saya merasa kita ini di didik hanya untuk bisa menggunakan suatu mesin atau sistem dengan baik. Ketika kita di didik hanya sampai pada kemampuan untuk mengoperasikan suatu mesin maka sama saja kita ini dibentuk untuk menjadi komponen penting dari mesin tersebut.

Hal ini mungkin yang menyebabkan orang-orang terjebak pada rutinitas sehari-hari, merasa harus untuk terus menjadi bagian yang bisa handal dan profesional di dalam suatu sistem entah itu perusahaan atau industri, Dan kita nyaris tidak punya kuasa atas diri sendiri, terjebak pada lomba pencarian materi dan kesejahteraan hidup, lupa memikirikan tentang kemana sebanarnya arah dari usaha yang kita lakukan, apa lagi memikirkan tentang hakikat kita hidup dan hakikat kita sebagai manusia.

Karena semua hal tentang kemajuan yang diperoleh manusia tentu didasari atas ide-ide atau konsep-konsep yang sifatnya Filosofis, maka sekirannya patut kita mengetahui tentang proses dari pengetahuan kepada pengetahuan berikutnya, ini akan menghindarkan kita untuk tidak menjadi komponen dari suatu mesin. Hal ini juga akan memerdekakan kita dalam berfikir karena kita dapat menentukan sendiri tentang arah dari suatu pemikiran atau ide. Dan tentu saja yang paling menarik kita dapat berkontribusi atas kemajuan pemikiran manusia.

Standar