Cerpen, Filem

Bilal bin Rabah dalam filem Umar Ibnu Khattab RA (Bagaimana Allah SWT menjawab do’a Bilal)

Dalam filem serial berjudul Umar Ibnu Khattab RA episode 5 terdapat tayangan dimana Bilal menunaikan shalat kemudian memanjatkan do’a yang isinya:

“Ya tuhanku! Berkat engkau begitu besar, jangan jadikan aku bagian dari orang-orang yang lalim. Selamatkan aku dari apa yang orang-orang kafir lakukan. Tuhanku, aku lemah, jadi berikan aku kekuatan. Buatlah aku membutuhkan engkau saja, tidak pada makhluk engkau. Engkau menjadi tempat yang dicari oleh setiap orang lemah. Aku berpaling kepada engkau untuk mendapatkan iman yang kuat kepada engkau. Aku mencari perlindungan anda untuk setiap penguasa keras kepala. Aku percaya engkau Ya Allah Tuhanku dan Islam agamaku dan Muhammad adalah nabi dan utusan Allah.”

Baru saja Bilal selesai memanjatkan doa, majikannya masuk menerobos pintu tempat Bilal shalat.

“Engkau! Gagak hitam!” Majikan Bilal memaki. Kemudian dia mengancam Bilal dengan siksaan.

“Siksaan yang akan saya terima lebih mudah dibandingkan dengan siksaan tuhan yang akan diberikan pada Anda.” Jawab Bilal dengan tegas.

Majikannya murka dan menggampar Bilal disertai makian. Baca lebih lanjut

Iklan
Standar
Filem, Just Write

Break the rules: Ulasan filem Moneyball

Semalam saya nonton filem Moneyball, filem yang menceritakan tentang permainan Baseball yang sebenarnya tidak begitu saya pahami. Apalah itu homerun, base, strike, dan kosa kata lainnya yang masih asing. Tapi tetap saja setiap permainan olah raga punya nilai-nilai universal, seperti misalnya gambaran dari persaingan yang sehat, kekompakan tim, kepemimpinan pelatih, kreatifitas seorang manajer dan lainnya. Ada banyak pelajaran sehingga permainan ini layak untuk di-filem-kan. Entah mengapa dengan cara kebetulan saya menonton filem yang dirasa tepat karena filem ini berhasil memotivasi saya. Telepas dari mana filem berasal dan punya muatan apa, filem dapat dijadikan sebuah referensi dan bukan patokan kebenaran. Lucu jika serta merata mengambil kebenaran secara langsung dari sebuah filem tanpa diverifikasi dengan nilai-nilai yang lebih luhur, misalkan agama. So, just enjoy the show! 🙂

Billy Beane tokoh utama dalam filem ini yang diperankan oleh Brad Pitt menjabat sebagai manajer umum di Oakland Atletics yang digambarkan sebagai tim kecil. Beane bersama Peter Brand merancang tim berdasarkan teori statistik Baseball yang ditulis oleh Bill James seorang yang tidak pernah menjadi pemain atau pelatih Baseball profesional, dia hanyalah seorang satpam diperusahaan pork-and-beans company (persuhaan daging babi dan biji-bijian).
Ketika Beane bertemu dengan Brand dan kemudian mendapatkan inspirasi dari pendapat Brand tentang pemain Baseball, Beane merombak timnya, dan memasukan nama-nama pemain yang tidak diperhitungkan oleh dunia Baseball namun memiliki nilai statistik yang baik menurut analisa Brand. Sontak para staff manajer tidak terima dengan keputusan sepihak Beane, mereka tidak terima hasil kerjanya menyusun susunan pemain selama berminggu-minggu ditolah mentah-mentah, Beane memasukan nama-nama yang jauh dari kriteria staff manajer, bahkan menjadi cemoohan di ruang rapat manajer. Dia memiliki keyakinan yang kuat tentang cara barunya menyusun tim dan bergeming dengan keputusan sepihaknya. Staff manajer tampak emosi Namun Beane adalah manajer tim, staffnya hanya memberikan pendapat dan dia memutuskan.
Persoalan muncul pada pelatih. Meskipun Beane punya kewenangan untuk menyusun susunan pemain, namun susunan pemain di lapangan dikendalikan oleh pelatih. Pelatih yang memang kontra dengan Beane memasukan pemain sesuai dengan keinginan dan keyakinannya dan sama sekali tidak ingin di intervensi oleh Beane. Tim kalah berturut-turut dan Beane dianggap sebagai biang kekalahan oleh media. Beane tampak frustasi dengan keadaan. Lantas dia menggunakan kewenangannya untuk mempengaruhi formasi tim dilapangan. Dia memecat semua pemain utama pelatihnya kemudian turun langsung untuk memotivasi pemainnya tanpa melanggar kewenangan pelatih.
Tanpa disangka oleh banyak orang, Oakland Atletics menang secara beruntun, bahkan memecahkan rekor kemenangan 20 kali berturut-turut, pertama kali dalam 103 tahun sejarah bisbol Amerika. Media menyebutnya sebagai keberhasilan pelatih Oakland dan bukan keberhasilan Beane.
Meskipun bangga dengan keberhasilannya memecahkan rekor, Beane menganggapnya tidak berarti apapun ketika timnya kalah pada pertandingan akhir (Kajuaraan Dunia), orang akan cepat melupakannya pada akhirnya, dia menginkan kememangan di kejuaraan dunia, meskipun pada akhirnya timnya tetap saja kalah oleh tim besar seperti Yankees. Kemudian media menyebut Oakland tetap saja sebuah tim kecil.
Ternyata keberhasilan Beane tidak begitu saja dilupakan oleh semua orang, pemilik Red Sox melihatnya sebagai manajer yang dapat diandalkan bagi timnya. Dalam obrolannya dengan beane di stadion Red Sox dengan ditemani secangkir kopi, pemilik Red Sox mengatakan ini:

“For 41 million you built a play-off team. You lost Damon, Giambi, Isringhausen, Pena. And you won more games without them than you did with them. You won the exact same number of games that the Yankees won, but the Yankees spent 1.4 million per win, and you paid 260,000. I know you taking it in the theet, but the first guy through the wall, he always gets bloody. Always. This is threatening not just a way of doing business, but in their minds, it’s threatening the game. Really, what it’s threatening is their livelihood, their jobs. It’s threatening the way that they do things. Every time that happens, whether it’s a government, a way of doing business, whatever, the people who are holding the reins, they have their hands on the switch. They go batshit crazy.”
( Red Sox offer $12,500,000 to Billy Beane)
Paragraf diatas adalah kunci dari filem ini, bahwa seorang yang pertama kali melawan keadaan akan selalu mendapatkan rintangan! Dalam permainan Baseball tindakan Beane tidak hanya mengancam cara tim besar melakukan bisnis, tapi juga akan mengancam permainan Baseball itu sendiri. Bagi sebuah tim dengan modal yang besar, ketika seorang pemain, pelatih, atau manajer tidak mendatangkan kemenangan, mereka akan memecatnya dan bersedia membayar penggantinya yang dianggap lebih pantas dengan uang yang banyak. Tindakan Beane yang kreatif yang menggunakan modal minim dan pendekatan statistik untuk memenangkan permainan tentu akan mengancam penghasilan dan pekerjaan mereka. Maka orang-orang yang berkuasa dengan uangnya akan berusaha untuk mengubahnya dan membuat seolah tindakan Beane itu salah. Hal ini berlaku dalam kehidupan nyata, entah pemerintah, pembisnis atau siapapun yang memiliki kendali, yang memiliki kemampuan untuk mengubah, mereka menjadi pemukul gila (baca: batshit crazy, entah apa maksudnya idiom ini).
Ini adalah salah satu cerita tentang seorang revolusioner, jangan lupa bahwa setiap filem punya unsur dramatisasi (lebaisasi) bertujuan untuk menarik perhatian penontonnya. Dari sini kita mendapatkan referensi tentang seorang yang melawan keadaan dengan keberanian dan keyakinan. Menjadi pilihan kita sendiri, apakah kita akan menjadi orang kebanyakan, atau menjadi sedikit berbeda dengan melakukan perubahan pada suatu yang tidak adil di mata kita. hehe..
Standar