Kisah tentang Hidup

Aku di Pare – Kediri

Terhitung sudah tiga kali saya mengunjungi kota ini mungkin lebih tepat disebut desa. Pare terletak di kabupaten Kediri, banyak orang tidak asing dengan tempat ini, dikenal juga dengan sebutan kampung Inggris.  Jika kita datang ke stasiun Kediri mengendong tas besar mungkin akan dapat pertanyaan “Mau ke kampung Inggris mas?” entah itu oleh tukang becak, ojek atau konektur bis kota. Hal itu menandakan Pare sering menjadi tujuan bagi pendatang kota Kediri.

Meski Pare dijuluki dengan kampung Inggris kali ini saya datang untuk belajar bahasa Arab. Kontras dengan banyakanya lembaga kursus bahasa inggris yaitu sekitar 150 lembaga, lembaga kursus bahasa Arab hanya beberapa saja, hanya 3 lembaga yang saya tahu. Mengapa belajar bahasa Arab? Dalam satu hadist yang pernah saya dengar berisi demikian: Rasulullah bersabda, “Cintai bahasa Arab karena 3 hal: pertama, karena aku (Rasulullah) dari Arab, Al-Quran berbasa arab, dan Bahasa Arab adalah bahasa penghuni surga”. Detail tentang hadist tersebut baik itu ke-sahihan-nya, sanadnya, perawinya silahkan anda cari sendiri. Riwayat itu saya dengar dihari pertama ketika masuk kelas bahasa Arab, jadi sebenarnya awalnya bukan itu motivasi saya. 😀

Tidak berbeda jauh dengan sebelumya ketika saya datang di tahun 2007 dan 2008, saya selalu merasa tempat ini memiliki atmosfer yang unik. Dihuni oleh banyaknya pendatang, yang kebanyakan kalangan muda yang datang dengan niat belajar, tempat ini terlihat selalu bersemangat.  Perubahan tentu saja ada, terutama jejeran toko, gerobak, ruko, yang semakin banyak dari sebelumnya. Tempat padat pendatang seperti ini tentu saja menggerekan perekonomian lokal, sedikit banyak memberikan kesejahteraan pada penduduk setempat. Suatu keadaan yang belum terjadi di desa kaliharinku. Butuh orang-orang visioner untuk melakukan hal itu!

Saat siang tadi saya bersama kawan-kawan peserta lainnya membaca do’a kafaratul majelis sebagai penutup pelajaran, ada pertanyaan dalam hati “Udah cuma segitu?”. Pelajarang terasa ringan bagaikan kacang goreng, meski kecil kandungan proteinnya tinggi. Selalu menyenangkan bertemu dengan wajah-wajah baru, yang mungkin beberapanya diantaranya akan menjadi kawan dimasa yang akan datang. Siapa yang tahu?

Iklan
Standar

3 thoughts on “Aku di Pare – Kediri

  1. Sepertinya ada yang mau siap berangkat ke negeri yang kata orang timur negeri orang atheis berkumpul dan negeri pembawa wabah mitos kapitalis. hi. semoga betah di sana yo mas, juga mudah-mudahan dapet jodo seng ayu dan seiman. h

  2. Hilal Hilman Syah berkata:

    Saya selalu mencita-citakan pergi ke Arab, khususnya kota Makah dan Madinah, masuk rukun Islam soalnya. 😀

  3. Hilal Hilman Syah berkata:

    Masalah yang lainnya, kan itu baru katanya. Mari kita lihat langsung faktanya.. 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s